Sudah Menulis tentang E-Learning Sejak 2016, Baru Terbukti Saat Pandemi
Assalamu'alaikum, saya Syamsul Wardani, seorang guru sekaligus blogger yang gemar menulis pengalaman di dunia pendidikan. Kali ini saya ingin berbagi cerita ketika saya mengikuti Lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Bogor tahun 2016.
Saat itu, karya ilmiah yang saya ajukan cukup “nyeleneh” dibanding peserta lain. Saya menulis tentang pembelajaran menggunakan e-learning. Tahun 2016, istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian guru. Banyak yang beranggapan belajar tetap harus di kelas, tatap muka, dengan papan tulis dan kapur.
Namun saya justru melihat ada peluang. Teknologi digital bisa menjadi jembatan untuk pembelajaran jarak jauh, lebih fleksibel, dan tentu saja sesuai dengan perkembangan zaman.
Siapa sangka, empat tahun kemudian, tepatnya 2020, dunia pendidikan “dipaksa” untuk menggunakan e-learning karena pandemi Covid-19. Semua guru, murid, dan sekolah tiba-tiba harus belajar dari rumah. Saat itulah saya tersenyum dalam hati: “Ternyata ide yang saya tulis sejak 2016 akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.”
Bagi saya, pengalaman ini bukan sekadar soal lomba atau karya ilmiah. Ini pelajaran berharga bahwa pemikiran visioner sering kali baru diakui ketika waktunya tiba. Kadang orang menganggap terlalu jauh, terlalu ideal, bahkan mustahil. Tapi ketika situasi menuntut, gagasan itu justru menjadi kebutuhan mendesak.
Kini, e-learning bukan lagi wacana. Ia sudah menjadi bagian dari kehidupan pendidikan sehari-hari. Dari kelas dasar hingga perguruan tinggi, semua merasakan manfaatnya.
Pesan untuk Guru dan Generasi Muda
Saya ingin menyampaikan pesan khusus: jangan pernah takut untuk berpikir ke depan. Kadang ide kita terdengar aneh, terlalu berani, atau dianggap tidak masuk akal. Tapi jangan patah semangat. Bisa jadi, ide itu adalah jawaban bagi masa depan.
Untuk para guru, mari kita terus berinovasi. Bukan hanya mengikuti zaman, tapi juga berusaha satu langkah lebih maju. Dan untuk generasi muda, jangan ragu menuliskan gagasan, meski kecil. Karena sejarah sering membuktikan: pemikiran yang ditertawakan hari ini, bisa menjadi kebutuhan utama besok.

0 Response to "Sudah Menulis tentang E-Learning Sejak 2016, Baru Terbukti Saat Pandemi"
Posting Komentar